Sebuah kebaikan yang diteruskan.
Yayasan Al-Akademia Al-Khairiyah Al-Islamiah berdiri pada 25 November 1993 di Cisaat, Sukabumi. Tiga dekade kemudian, pesantren dan madrasahnya menempuh tahun ke-33.

Dari sebuah mimpi sederhana, tumbuh harapan besar

Pada 25 November 1993, di tengah kesederhanaan dan keterbatasan, Syaikh Yusuf Jamal Zamzami bersama istri tercintanya, Hj. Maryam binti Sukemi, menanam benih kebaikan yang kelak tumbuh menjadi pohon rindang bagi banyak jiwa.
Keduanya memulai perjalanan ini bukan dengan modal besar, melainkan dengan satu keyakinan: pendidikan Al-Qur’an tidak boleh terhalang oleh keadaan. Pintu pertama Al-Khairiyyah karena itu terbuka bagi anak-anak yang paling sulit menjangkaunya — termasuk anak yatim dan duafa.
Bagi para pendiri, itu bukan soal siapa yang dilayani, melainkan soal bahwa tidak seorang pun pantas kehilangan kesempatan belajar. Keyakinan itu tidak berubah sampai hari ini; yang berubah hanyalah jangkauannya. Al-Khairiyyah kini menerima santri dari berbagai latar belakang, dengan tuntutan, pembinaan, dan standar akademik yang sama bagi setiap orang.
Nama Al-Khairiah, yang berarti kebaikan, dipilih bukan tanpa makna. Ia mencerminkan tekad para pendiri untuk senantiasa berbuat kebaikan dan menanamkan nilai-nilai itu dalam setiap langkah pendidikan yang diberikan.
Menjelang akhir tahun sembilan puluhan, lembaga ini memusatkan diri pada pendidikan Tahfidz Al-Qur’an dengan pendekatan muraja’ah dan pemahaman — pendekatan yang masih menjadi inti kegiatan santri hingga hari ini.
“Mendidik satu anak dengan Al-Qur'an berarti menyalakan satu pelita yang akan menerangi banyak kehidupan.”
Empat hal yang kami pegang
Nilai-nilai ini bukan slogan; ia menentukan siapa yang kami terima, apa yang kami ajarkan, dan bagaimana kami memperlakukan santri.
- 01
Cinta Al-Qur'an
Al-Qur'an sebagai landasan seluruh proses pendidikan.
- 02
Keikhlasan dalam Mengabdi
Melayani dengan tulus, tanpa mengharap balasan.
- 03
Peduli Sosial
Berakar pada kepedulian para pendiri, dan tetap menjadi ruh pelayanan kami.
- 04
Keseimbangan IMTAQ & IPTEK
Iman dan ilmu pengetahuan tumbuh beriringan.
Tiga dekade, satu arah
1993
Pendirian
Didirikan pada 25 November oleh Syaikh Yusuf Jamal Zamzami dan Hj. Maryam binti Sukemi, dengan keyakinan bahwa pendidikan Al-Qur'an tidak boleh terhalang oleh keadaan.
2000
Fokus Tahfidz
Lembaga memfokuskan diri pada pendidikan Tahfidz Al-Qur'an dengan pendekatan muraja'ah dan pemahaman.
2023
MTs Dibuka
Madrasah Tsanawiyah dibuka untuk memperluas akses pendidikan formal.
2024
MA Dibuka
Madrasah Aliyah dibuka, melengkapi jenjang hingga tingkat menengah atas.
Kini
Tiga Jenjang
PPTQ, MTs, dan MA berjalan berdampingan dengan pesantren putra dan putri.
Arah dan tujuan
VisiMewujudkan generasi muslim yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah.
- 01Mencetak santri yang berkualitas berbekal IMTAQ dan IPTEK, serta berguna bagi bangsa dan negara.
- 02Mencetak dan mengembangkan penghafal Qur'an secara keilmuan.
- 03Mencetak generasi yang berakhlaqul karimah.
Warisan yang terus mengalir
Para pendiri Al-Khairiyyah bermimpi tentang masa depan di mana setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi atau sosialnya, memiliki kesempatan untuk mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mimpi itu terus kami jaga dan perjuangkan.
Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan yang berkualitas, mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman namun tetap berpegang pada nilai-nilai tradisional pesantren, dan membangun jaringan alumni yang saling mendukung dalam kebaikan.
Kami percaya investasi terbesar untuk umat adalah investasi pada pendidikan generasi muda. Setiap santri yang lulus dari Al-Khairiyyah adalah benih kebaikan yang akan tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungannya. Itulah warisan yang kami harapkan — warisan yang tidak terhitung dengan materi, tetapi dengan kebaikan yang terus mengalir.
